Kamis, 14 Oktober 2010

faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan peserta didik

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, pendidikan memiliki nuansa berbeda antara satu daerah dengan daerah lain, sehingga banyak bermunculan pemikiran – pemikiran yang dianggap sebagai penyesuaian proses pendidikan dengan kebutuhan yang diperlukan. Karenanya banyak teori yang dikemukakan para pemikir yang bermuara pada munculnya berbagai aliran pendidikan. Oleh karena itu perlu kita ketahui faktor – faktor apa saja yang dominan pengaruhnya dalam perkembangan peserta didik

B. Rumusan masalah

1. Apa saja aliran poendidikan yang mempengaruhi perkembangan peserta didik ?
2. Apa saja faktor – factor yang mempengaruhi perkembangan peserta didik (intern dan ekstern) ?
3. Bagaimana pandangan islam terhadap perkembangan peserta didik ?

C. Tujuan Pembahasan

1. Mengetahui dan memahami aliran – aliran yang mempengaruhi perkembangan peserta didik
2. Mempengaruhi faktor – faktor yang dominan yang mempengaruhi perkembangan peserta didik
3. Memahami bagaimana cara islam memandang serta menyikapi perkembangan peserta didik

BAB II
PEMBAHASAN

A. Aliran – aliran yang Mempengaruhi Perkembangan Peserta Didik

1. Aliran Nativisme
Native, artinya mengenai kelahiran atau pembawaaan jadi aliran nativisme adalah paham yang menitikberatkan pentingnya factor dasar yang dibawa sejak lahir. Menurutnya perkembangan perkembangan individu semata – mata dimungkinkan dan ditentukan oleh factor – factor yang dibawa sejak lahir. Dengan demikian, menurut aliran itu keberhasilan belajar ditentukan oleh individu itu sendiri
Para pendukung nativisme, biasanya mempertahankan kebenaran pandangan tersebut, yaitu dengan menunjuk berbagai kesamaan atau kemiripan antara pihak orang tua dengan anak – anaknya. Kata mereka : kalau ayahnya ahli musik maka anaknya ahli musik pula, anak pelukis akhirnya menjadi pelukis, anak pelayan demikian juga, bahkan anak penjahat akan cenderung jahat pula kelakuanya. Pepeatah jawa menyatakan : “Kacang mongso ninggalno lanjaran” . Tokoh utama aliran ini bernama Arthur Sopenhauer (1788 - 1860) seorang filsuf jerman. Aliran filsafat nativisme konon dijuluki sebagai aliran pesimistis yang memandang segala sesuatu dengan kaca mata hitam.

2. Aliran Emperisme
Emperis berarti “pengalaman”. Maka emperisme maksudnya adalah: aliran yang mengutamakan peranan faktor pengalaman, lingkungan, pendidikan, dan tidak mengakui peranan factor dasar atau pembawaan sejak lahir.
Menurut kaum empiris, perkembangan individu itu semata – mata dimungkinkan dan ditentukan oleh factor lingkungan, sedang factor pembawaan tidak memainkan peranan sama sekali.
Tokoh utama aliran empirisme adalah John Locke (1632 -1704), seorang yang terkenal menganggap pendidikan sebagai “maha kuasa” untuk mencetak manusia macam apa saja yang dicita – citakan. Sehingga tak ayal lagi sebagai hujjah untuk membenarkan pandangannya, pengikut aliran ini menunjuk pada pendidikan dengan segala fasilitas yang tersedia, dalam menciptakan orang – orang besar caliber dunia.


3. Aliran Konvergensi
Dalam bahasa inggris converge artinya memusatkan pada satu titik, atau bertemu . Maka bisa diartikan, konvergensi adalah’’titik pertemuan” Agaknya memang benar oleh karena kehadiran aliran ini telah mempertemukan dua pandangan ekstrim, natifisme dan emperisme. Tokoh utama konvergensi bernama Louis William Stern (1871 - 1938), sleorang filsuf dan psikolog Jerman, mengatakan bahwa perkembangan individu itu dimungkinkan dan dipengaruhi oleh dua factor, pembawaan dan lingkungan keduanya sama – sama penting, dan bisa diingkari satu oleh factor yang lain. Dengan pembawaan saja tanpa lingkungan, anak manusia tidak akan berkembang. Sebaliknya lingkungan saja tanpa pembawaan, ini juga tidak mungkin.

B. Faktor – factor yang Mempengaruhi Perkembangan Peserta Didik
1. Faktor internal
Yaitu factor yang ada dalam diri siswa itu sendiri yang meliputi pembawaan dan potensi psikologis tertentu yang turut mengembangkan dirinya sendiri. Dengan demikian factor internal bisa dibagi menjadi 2 macam factor pisik dan factor psikis
a. Faktor pisik
Di dunia ini orang mempunyai bentuk tubuh yang bermacam – macam. Ada yang tinggi ceking, ada yang pendek gemuk, dan ada yang sedang antara tinggi dan besar badanya. Sudah jelas, masing – masing mmpunyai pengaruh tersendiri bagi perkembangan seorang anak
b. Faktor psikis
Dalam hal kejiwaan, ada anak periang, sehingga banyak pergaulan. Akan tetapi ada pula yang selalu tampak murung, pendiam, mudah tersinggung karenanya suka menyendiri

2. Faktor Eksternal
Yaitu hal – hal yang datang atau ada diluar diri siswa yang meliputi lingkungan (khususnya pendidikan) dan pengalaman berinteraksi siswa tersebut dengan lingkungan. Factor eksternal dibagi menjadi 6 macam : factor biologis, physis, ekonomis, cultural, edukatif, dan religious
a. Faktor biologis
Bisa diartikan, biologis dalam konteks ini adalah factor yang berkaitan dengan keperluan primer seorang anak pada awal kehidupanya: Factor ini wujudnya berupa pengaruh yang datang pertama kali dari pihak ibu dan ayah.


b. Factor phyis
Maksudnya adalah pengaruh yang datang dari lingkungan geografis, seperti iklim keadaan alam, tingkat kesuburan tanah, jalur komunikasi dengan daerah lain, dsb. Semua ini jelas membawa dampak masing – masing terhadap perkembangan anak – anak yang lahir dan dibesarkan disana.
c. Faktor ekonomis
Dalam proses perkembanganya. Betapapun ukuranya bervariasi, seorang anak pasti memerlukan biaya. Biaya untuk makan dan minum dirumah, tetapi juga untuk mebeli alat – alat sekolah
d. Faktor cultural
Di Indonesia ini saja dari aceh sampai Irian jaya, jika dihitung ada berpuluh bahkan beratus kelompok masyarakat yang masing – masing mempunyai kultur, budaya, adat istiadat, dan tradisi tersendiri, dan hal ini jelas berpengaruh terhadap perkemangan anak – anak.
e. Factor edukatif
Pendidikan tak dapat disangkal mempunyai pengaruh terhadap perkembangan anak manusia. Malah karena sifatnya berencana dan sering kali diusahakan secara teratur, faktor pendidikan ini relatif paling besar pengaruhnya disbanding factor yang lain manapun juga .
f. Faktor religious
Sebagai contoh seorang anak kyai, sudah pasti ia akan berebeda dengan anak lain yang tidak menjadi kyai, yang sekedar terhitung orang beragama, lebih – lebih yang memang tidak beragama sama sekali, ini adalah soal perkembangan pula, menyangkut proses terbentunya prilaku seorang anak dengan agama sebagai faktor penting yang mempengaruhinya.

C. Pandangan Islam terhadap Perkembangan Peserta Didik
Pendidikan islam bertujuan membangun manusia dan masyarakat secara utuh dan menyeluruh dalam semua aspek kehidupan yang dapat membawa perubahan pada kehidupan berbudaya dan peradaban dalam memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat
Program kurikulum pendidikan islam , perlu diorientasikan pada learning (competency knowledge, ability dan social cultural). Metodologi pendidikan islam dalam proses belajar mengajar harus menggunakan learning based student learning dan bukan teaching learning dan diorientasikan pada cara mengaktifkan peserta didik, cara untuk menemukan, cara memecahkan masalah untuk menghasilkan peserta didik yang berkualitas, kreatif, inovatif yang mampu menerjemahkan agama dalam prilaku sosial ditengah kehidupan masyarakat global menuju masyarakat madani.
Agama islam mengajarkan kepada orang tua agar menanamkan benih – benih aqidah kepada anak – anak mereka sejak dini. Islam menyuruh para orang tua untuk mengenalkan tentang keberadaan tuhan yang harus mereka sembah kepada anak – anak mereka. Hal ini jelas untuk memberi suntikan keyakinan terhadap jiwa anak tersebut.
Beberapa pendapat tokoh islam dalam perkembangan peserta didik, diantaranya :
a. Menurut Al-Ghazali
- Anak lahir bagaikan kertas putih
- Anak dididik sejak lahir
- Anak dibiasakan disiplin pribadi sebagai azaz pendidikan ahlak
- Jika anak anak mencapai usia baligh, diajarkan hukum – hukum syara dan keagamaan
b. Menurut ibnu Kholdun
- Anak berkembang setingkat demi – setingkat
- Manusia bukan produk nenek moyang, tapi produk sejarah, lingkungan social, alam, adat istiadat
- Pendidikan dilaksanakan dengan memperhatikan pertumbuhan dan perkembangan potensi psikologis peserta didik
c. Menurut Ibnu Sina
- Pendidikan pada anak bisa dimulai sejak disapih
- Pada usia 3 tahun, anak dibiasakan dengan pembiasaan yang baik
- Pengajaran Al-Qur’an dan keagamaan diberikan pada saat tingkat kematangan anak sudah mantap
- pendidikan akhlak sangat penting diberikan sejak dini


BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
1. Aliran natifisme ialah paham yang menitikberatkan pentingnya faktor dasar yang dibawa sejak lahir, sedangkan pengaruh lingkungan hidupnya hanya sedikit saja
2. Aliran emperisme ialah paham yang mengutamakan perkembangan anak tergantung pada faktor lingkungan sedangkan faktor bakat tidak ada pengaruhnya
3. Aliran konvergensi adalah perpaduan antara pandangan natifisme dan emperisme, yang keduanya dipandang sangat berat sebelah
4. Faktor internal yang mempengaruhi perkembangan peserta didik yaitu faktor fisik dan faktor psikis
5. Faktor eksternal yang mempengaruhi perkembangan peserta didik yaitu : faktor biologis, faktor physis, faktor ekonomis, faktor kultural, faktor edukatif, dan faktor religious
Metodologi pendidikan islam dalam proses mengajar harus menggunakan learning based

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar